PENUTUPAN SEMENTARA PENGAJIAN MAJLIS DZIKIR ASMAUL HUSNA JAKARTA UTARA  | PID
Friday, August 29th, 2014

PENUTUPAN SEMENTARA PENGAJIAN MAJLIS DZIKIR ASMAUL HUSNA JAKARTA UTARA

Published on June 12, 2013 by   ·   No Comments

 

Pada hari Saabtu tanggal 08 Juni 2013, dari jam 20.30 s/d 23.00 wib bertempat di Jln. Cilincing Bakti IV No.23 Kel. Cilincing Kec. Cilincing Jakarta Utara, telah berlangsung acara penutupan pengajian Majlis Dzikir Asmaul Husna, menyambut Bulan Suci Ramadhan 1434 H. Dilanjutkan kembali setelah Iedul Fitri 1434 H.

Hadir dalam acara tersebut Wakapolsek Cilincing AKP CAHYO, SH, Ketua MUI Kota Jakarta Utara KH. ZULFA MUSTOFA, MY. Selaku penceramah, Pimpinan Pondok pesantren Al Watoniah Rorotan KH. MULKI HD, pembaca do’a, Ketua Majlis Dzikir Asmaul Husna Drs. KH. MUDZAKIR DAWAMI, MSi, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan jamaah majlis Dzikir Asmaul Husna yang hadir sekitar 500 orang.

Acara diawali dengan Dzikir Asmaul Husna dipimpin langsung oleh Drs. KH. MUDZAKIR DAWAMI, diiringi oleh irama musik Marawis KHOIRUNNISSA Masjid Raya Al Ikhlas Asrama Polri Eks Brimob Cilincing Jakarta Utara pimpinan Hj. VIVI ASEP HERMAWAN, dilanjutkan dengan Tausiyah / Ceramah Agama oleh Ketua MUI Kota Jakarta Utara : KH. ZULFA MUSTOFA, MY.

Bulan Rajab salah satu bulan yang agung, pada bulan Rajab Rasulullah Nabi Muhammad SAW, menjalani Isra’ dan Mi’raj, perjalanan dalam satu malam kurang dari 7 jam dari Masjidil Haram, ke Masjid Al Aqsha di Palestina dan sampai ke Sidratul Muntaha, merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapat perintah untuk menunaikan shalat lima waktu sehari semalam.

Bagi umat Islam, peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang berharga, karena shalat lima waktu diwajibkan, dan tidak ada Nabi lain yang mendapat perjalanan sampai ke Sidratul Muntaha seperti ini, peristiwa ini juga dikatakan memuat berbagai macam hal yang membuat Rasullullah SAW sedih, Shalat adalah bentuk peribadatan tertinggi seorang muslim, sekaligus merupakan simbol ketaatan totalitas kepada Yang Maha Pencipta, pada shalatlah terkumpul berbagai hikmah dan makna seorang muslim senantiasa menjadi tujuan hidupnya.

Sebelum Rasulullah menjalani Isra’ dan Mi’raj dibekali Iman, Ilmu dan Hikmah, oleh Allah SWT. pada saat perjalanan Isra’ dan Mi’raj, bersama Malaikat Jibril, dapat dilaluinya karena telah berbekal Iman, Ilmu dan Hikmah, gambaran buat kita semua selaku umatnya, dalam menghadapi kehiduoan ini kita harus dibekali Iman, Ilmu dan Himah, oleh karena itu, setiap muslim yang ber iman seharusnya memiliki ilmu, siapa yang tanpa ilmu, maka ia tanpa bekal.

Tags:

Readers Comments (0)




Gambar hari ini

Baca Berita Lainnya

IMAGE OF THE DAY

HOTNEWS